<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2354562244877647755</id><updated>2012-02-16T12:26:41.089-08:00</updated><title type='text'>KUESIONER ON LINE</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kuesioneronline.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2354562244877647755/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuesioneronline.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JI1fUD_Ivkg/SbAJfHGAiXI/AAAAAAAAAYs/YvvxvV3zCs0/S220/images.jpg+7.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2354562244877647755.post-4171925055402055521</id><published>2009-05-06T04:00:00.000-07:00</published><updated>2009-05-06T04:02:50.243-07:00</updated><title type='text'>Penentuan Ukuran Sampel Memakai Rumus Slovin dan Tabel Krejcie-Morgan: Telaah Konsep dan Aplikasinya</title><content type='html'>Salah satu pertanyaan yang sering diajukan oleh para peneliti ketika akan melakukan suatu penelitian adalah, “berapa besar ukuran sampel yang sebaiknya harus diambil, agar sampel tersebut dapat merepresentasikan populasinya”. Peneliti sering dihadapkan pada beberapa alternatif pilihan metode, teknik, cara-cara, maupun rumus-rumus untuk menentukan ukuran sampel, namun tidak tahu mana yang sebaiknya harus mereka pilih.&lt;br /&gt;Jalan pintas yang sering diambil adalah, mencari cara-cara penentuan ukuran sampel dengan memakai pendekatan statistika yang praktis dan sederhana, namun karena kepraktisannya itu justru penerapannya acap kali salah. Hal tersebut seiring dengan banyak terbitnya buku-buku metodologi penelitian yang didalamnya memasukan bahasan tentang sampling, tetapi tidak memberi penjelasan lebih detil mengenai konsep-konsep dasar dan asumsi-asumsi yang menjadi landasan dari pembuatan rumus-rumusnya.&lt;br /&gt;Dari aspek aplikasi dan kepraktisan misalnya, rumus Slovin dan Tabel Krejcie-Morgan memang sangat mudah dan sederhana, walau sering kali salah dalam menerapkannya. Misalnya ada peneliti yang memakai rumus Slovin atau Tabel Krejcie-Morgan untuk penelitian yang menggunakan analisis regresi dengan skala pengukuran rasio.&lt;br /&gt;Tulisan lengkap: &lt;a style="font-size: 8pt; color: rgb(102, 153, 204);" href="http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/03/penentuan_ukuran_sampel_memakai_rumus_slovin.pdf" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Download di Pustaka Unpad (pdf)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-labels"&gt;Kategori: &lt;a href="http://nugrahasetiawan.blogspot.com/search/label/Kuliah%20MPS" rel="tag"&gt;Kuliah MPS&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://nugrahasetiawan.blogspot.com/search/label/Metode%20Penelitian" rel="tag"&gt;Metode Penelitian&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://nugrahasetiawan.blogspot.com/search/label/Sampling" rel="tag"&gt;Sampling&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://nugrahasetiawan.blogspot.com/search/label/Statistika" rel="tag"&gt;Statistika&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2354562244877647755-4171925055402055521?l=kuesioneronline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2354562244877647755/posts/default/4171925055402055521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2354562244877647755/posts/default/4171925055402055521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuesioneronline.blogspot.com/2009/05/salah-satu-pertanyaan-yang-sering.html' title='Penentuan Ukuran Sampel Memakai Rumus Slovin dan Tabel Krejcie-Morgan: Telaah Konsep dan Aplikasinya'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JI1fUD_Ivkg/SbAJfHGAiXI/AAAAAAAAAYs/YvvxvV3zCs0/S220/images.jpg+7.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2354562244877647755.post-8366924413467016437</id><published>2009-05-04T06:23:00.000-07:00</published><updated>2009-05-04T06:29:12.553-07:00</updated><title type='text'>Penelitian</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Penelitian kuantitatif&lt;/b&gt; adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fenomena" title="Fenomena"&gt;fenomena&lt;/a&gt; serta &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kausalitas" title="Kausalitas"&gt;hubungan-hubungannya&lt;/a&gt;. Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Model_matematis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Model matematis (halaman belum tersedia)"&gt;model-model matematis&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teori" title="Teori"&gt;teori-teori&lt;/a&gt; dan/atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hipotesis" title="Hipotesis"&gt;hipotesis&lt;/a&gt; yang berkaitan dengan fenomena alam. Proses &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pengukuran" title="Pengukuran"&gt;pengukuran&lt;/a&gt; adalah bagian yang sentral dalam penelitian kuantitatif karena hal ini memberikan hubungan yang fundamental antara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pengamatan" title="Pengamatan"&gt;pengamatan&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Empiris" title="Empiris"&gt;empiris&lt;/a&gt; dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penelitian kuantitatif banyak dipergunakan baik dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ilmu-ilmu_alam&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Ilmu-ilmu alam (halaman belum tersedia)"&gt;ilmu-ilmu alam&lt;/a&gt; maupun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu-ilmu_sosial" title="Ilmu-ilmu sosial" class="mw-redirect"&gt;ilmu-ilmu sosial&lt;/a&gt;, dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fisika" title="Fisika"&gt;fisika&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biologi" title="Biologi"&gt;biologi&lt;/a&gt; hingga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sosiologi" title="Sosiologi"&gt;sosiologi&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jurnalisme" title="Jurnalisme"&gt;jurnalisme&lt;/a&gt;. Pendekatan ini juga digunakan sebagai cara untuk meneliti berbagai aspek dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan" title="Pendidikan"&gt;pendidikan&lt;/a&gt;. Istilah penelitian kuantitatif sering dipergunakan dalam ilmu-ilmu sosial untuk membedakannya dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penelitian_kualitatif" title="Penelitian kualitatif"&gt;penelitian kualitatif&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Penelitian kualitatif&lt;/b&gt; adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Riset" title="Riset"&gt;riset&lt;/a&gt; yang bersifat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Deskripsi" title="Deskripsi"&gt;deskriptif&lt;/a&gt; dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penalaran_induktif&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Penalaran induktif (halaman belum tersedia)"&gt;induktif&lt;/a&gt;. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teori" title="Teori"&gt;teori&lt;/a&gt; dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fakta" title="Fakta"&gt;fakta&lt;/a&gt; di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penelitian_kuantitatif" title="Penelitian kuantitatif"&gt;penelitian kuantitatif&lt;/a&gt; dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Data" title="Data"&gt;data&lt;/a&gt;, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Filsafat ilmu&lt;/b&gt; adalah merupakan bagian dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat" title="Filsafat"&gt;filsafat&lt;/a&gt; yang menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu&lt;sup id="cite_ref-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat_ilmu#cite_note-0" title=""&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;. Bidang ini mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari ilmu, yang termasuk di dalamnya antara lain ilmu alam dan ilmu sosial. Di sini, filsafat ilmu sangat berkaitan erat dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Epistemologi" title="Epistemologi"&gt;epistemologi&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ontologi" title="Ontologi"&gt;ontologi&lt;/a&gt;. Filsafat ilmu berusaha untuk dapat menjelaskan masalah-masalah seperti: apa dan bagaimana suatu konsep dan pernyataan dapat disebut sebagai ilmiah, bagaimana konsep tersebut dilahirkan, bagaimana ilmu dapat menjelaskan, memperkirakan serta memanfaatkan alam melalui teknologi; cara menentukan validitas dari sebuah informasi; formulasi dan penggunaan metode ilmiah; macam-macam penalaran yang dapat digunakan untuk mendapatkan kesimpulan; serta implikasi metode dan model ilmiah terhadap masyarakat dan terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri.&lt;/p&gt; &lt;table id="toc" class="toc" summary="Daftar isi"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu" title="Ilmu"&gt;Ilmu&lt;/a&gt; berusaha menjelaskan tentang apa dan bagaimana alam sebenarnya dan bagaimana teori ilmu pengetahuan dapat menjelaskan fenomena yang terjadi di alam. Untuk tujuan ini, ilmu menggunakan bukti dari eksperimen, deduksi logis serta pemikiran rasional untuk mengamati alam dan individual di dalam suatu masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Salah satu konsep mendasar tentang filsafat ilmu adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Empirisme" title="Empirisme"&gt;empirisme&lt;/a&gt;, atau ketergantungan pada bukti. Empirisme adalah cara pandang bahwa ilmu pengetahuan diturunkan dari pengalaman yang kita alami selama hidup kita. Di sini, pernyataan ilmiah berarti harus berdasarkan dari pengamatan atau pengalaman. Hipotesa ilmiah dikembangkan dan diuji dengan metode empiris, melalui berbagai pengamatan dan eksperimentasi. Setelah pengamatan dan eksperimentasi ini dapat selalu diulang dan mendapatkan hasil yang konsisten, hasil ini dapat dianggap sebagai bukti yang dapat digunakan untuk mengembangkan teori-teori yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena alam. &lt;p&gt;&lt;a name="Falsifiabilitas" id="Falsifiabilitas"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Salah satu cara yang digunakan untuk membedakan antara ilmu dan bukan ilmu adalah konsep falsifiabilitas. Konsep ini digagas oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karl_Popper" title="Karl Popper"&gt;Karl Popper&lt;/a&gt; pada tahun 1919-20 dan kemudian dikembangkan lagi pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1960" title="1960"&gt;1960&lt;/a&gt;-an. Prinsip dasar dari konsep ini adalah, sebuah pernyataan ilmiah harus memiliki metode yang jelas yang dapat digunakan untuk membantah atau menguji teori tersebut. Misalkan dengan mendefinisikan kejadian atau fenomena apa yang tidak mungkin terjadi jika pernyataan ilmiah tersebut memang benar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2354562244877647755-8366924413467016437?l=kuesioneronline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2354562244877647755/posts/default/8366924413467016437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2354562244877647755/posts/default/8366924413467016437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuesioneronline.blogspot.com/2009/05/penelitian.html' title='Penelitian'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JI1fUD_Ivkg/SbAJfHGAiXI/AAAAAAAAAYs/YvvxvV3zCs0/S220/images.jpg+7.jpg'/></author></entry></feed>
